"Roy pergi, Ma," kata si bandel mencium kening mamanya. Anak beranak itu berangkulan. Sepi sekali pagi ini. Kini si bandel menyandang ranselnya. Menjadi petualang memang mengasyikkan. Semakin berat tantangannya, malah semakin asyik. Tapi, kadang kala para petualang suka lupa kepada "raja diraja" sesungguhnya. Yang di atas kita: Tuhan. Masih ingat tragedi Gunung Salak? Empat petualang yang tewas di pedalaman Irian? Budi Belek dan Tom di Sungai Alas? Dan papamu sendiri, Roy? Makanya jangan coba-coba menaklukkan alam. Apalagi melawannya. Itu berbahaya. Sungguh. Alam jangan ditaklukkan dan dilawan, tapi harus diakrabi. Jadikanlah alam itu sahabat, guru, dan bunda kita. Avonturir bandel itu baru saja melompat dari truk yang membawanya tadi. "Makasih, Mas!" katanya. Kini matahari entah sembunyi di mana. Jarum jam sudah berdetak ribuan kali. Hari bergulir semanya. Dan rambut semakin gondrong tak beraturan. Lalu fajar di puncak gunung dan senja di pantai adalah sobatnya yang lain. Si Avonturir bandel tak peduli hari-hari begitu deras mengalir. Dia tak menghitungnya. Dia biarkan bergulir saja, seperti blue jeansnya yang semakin lusuh dan bau tubuhnya.
"Aku seorang pengembara.. wajahMU ada dimana-mana. disini ada bukit, laut, langit dan senja.. jejakku tertinggal di sana.. Aku seorang pengembara.. wajahmu ada dimana-mana.. adakah jejakku tertinggal disini.. Heri H. Harris. halaman 273
yahh kisah ini berlanjut dengan si bandel Roy yang mulai melakukan petualangannnya mulai dari gunung Gede, Ke Bandung dan Jogjakarta. Disini terlihat Roy benar2 remaja yang sangat mandiri dan berhasil berpetualang dengan bermodalkan nekat dan sedikit uang. Selama perjalanannya ia berhasil menemukan saudara perempuannya Rani yang dulu pernah mencaci maki dia dan ibunya, Bertemu dengan sahabat penanya yang bernama Sasha (OMG! masih jamannya sahabat pena!) hahaa menolong ibu Nuni dari kejaran suruhan ayah mertuanya yang ingin merampas cucunya, singgah di pesantren dan akhirnya Roy harus memutuskan kembali ke rumahnya dimana mamanya yang senantiasa mengasihi dan menyayanginya menanti di rumah..
Well, saya akui saya lebih menyukai novel sekuelnya ini daripada buku yang pertama yang berjudul Balada Si Roy 1: Joe yang terkesan lebih gloomy. Di buku kedua ini rasanya Roy mulai belajar lebih dewasa dan saya sukanya masih sempat dia berbuat baik dengan orang-orang yang ditemuinya di jalan.. okee saya berikan 3,2 dari 5 bintang deh untuk buku kedua ini! *__*
Download gratis Balada Si Roy 2: Avonturir by Gol A. Gong
Silahkan download dan baca secara offline melalui perangkat mobile ataupun melalui perangkat dekstop Anda.
Untuk mengunduh ebook yang berjudul "Balada Si Roy 2: Avonturir by Gol A. Gong", silahkan klik tombol di bawah ini.
Terima kasih telah berkunjung. Untuk mengetahui cara membaca ebook, buku, novel, komik dan karya menarik lainnya, silahkan lihat di sini.
Posting Komentar