Menampilkan postingan dengan label Gol A Gong

Balada Si Roy 10: Epilog by Gola Gong

Cerita bersambung Balada si Roy adalah salah satu yang saya tunggu ,selain Lupus, di majalah HAI. Walau banyak yang membandingkan keduanya, tapi memang kedunya sama-sama punya ciri tersendiri. Balada si Roy memang berkesan serius dan keras, karena…

Balada si Roy 9: Traveler by Gola Gong

Traveler adalah lelaki pengejar matahari dan bayangannya. Fajar dan senja adalah awal dan akhir hidupnya. Traveler adalah jejaknya yang berceceran di Malaysia dan Thailand. Keliling dunia adalah obsesinya. Tapi dia bukan orang kaya. Dia orang keba…

Balada si Roy 8: Kapal by Gola Gong

Kapal adalah harapan menuju mimpi-mimpi. Untuk para kelasi, Kapal adalah anak panah yang akan membawa kemana saja pergi. Begitu meluncur dari dermaga, yang ada cuma misteri. Ini buku bacaan favorit saya sejak Remaja. Saya sangat terinspirasi sama …

Balada si Roy 4: Bad Days by Gol A. Gong

Gerimis semakin rapat. Malam terasa sepi dan dingin di sepanjang jalan. "Awas licin, Win!" teriak Roy, menunjuk ke jalan yang penuh tanah merah kiriman mobil proyek. Iwin sebetulnya cukup lihai mengendarai mobil. Tapi ketika sebuah tru…

Balada Si Roy 6: Solidarnosc by Gola Gong

Haishh.. si Roy kembali berpetualang mengejar cewek-cwek di sekolahnya (Gak sukaa sama cowok playboy) =___= Tapi baca buku ini ada momen pas lebaran kirim-kiriman Kartu lebaran ke rumah teman! hahaha astaga itu dulu saya berlomba-lomba nyari keman…

Balada Si Roy 5: Blue Ransel by Gola Gong

BSR ke-5 ini membangkitkan lagi jiwa petualang saya. Tapi sepertinya, itu hanya akan menjadi impian yang entah kapan bisa diwujudkan. He, perempuan memang tak sebebas laki-laki, bisa berpetualang kemana saja. Tapi yang jelas, keinginan untuk backp…

Balada si Roy 7: Telegram by Gola Gong

Bagi si Roy langit di musim libur panjang berarti penderitaan. Sepanjang hari tadi ia uring-uringan dan menggerutu terus. Dia terpaksa mengubur dalam-dalam impiannya untuk avontur ke Sulawesi. Padahal dia sudah pamitan kepada kawan-kawannya. Huh, …

Balada Si Roy 1: Joe by Gol A. Gong

Remaja Roy mengayuh sepeda balapnya pelan-pelan. "Ayo, Joe!" seru Roy. Anjing herder itu menyalak kegirangan. Bulunya yang cokelat kehitaman berkilat. Gerak-geriknya melindungi majikannya dari bahaya. Remaja Roy memang jadi pusat perhati…

Balada Si Roy 2: Avonturir by Gol A. Gong

"Roy pergi, Ma," kata si bandel mencium kening mamanya. Anak beranak itu berangkulan. Sepi sekali pagi ini. Kini si bandel menyandang ranselnya. Menjadi petualang memang mengasyikkan. Semakin berat tantangannya, malah semakin asyik. Tapi…

Balada Si Roy 3: Rendez-Vous by Gol A. Gong

Setelah pulang dari perjalanan jauh, pengembaraan yang belum lengkap, si bandel kini dihadapkan pada kenyataan hidup: mamanya sudah beranjak tua dan sakit-sakitan, sekolahnya telantar, dan yang paling menyebalkan : Dewi Venus disunting ke pelamina…